Universitas Luar Negeri Dengan Mata Kuliah Alat Musik Tradisional Indonesia (Gamelan)

Universitas Luar Negeri Dengan Mata Kuliah Alat Musik Tradisional Indonesia (Gamelan)

Hah? Serius lo? Gamelan jadi mata kuliah di universitas luar negeri? Mimpi lo?!

Mungkin demikian reaksi anak muda dan sebagian besar dari kita orang Indonesia jika membaca judul diatas. Hehe, bagaimana tidak, sekarang sudah jarang sekali anak muda dan juga sekolah-sekolah Indonesia yang mempelajari atau memainkan gamelan. Yup, seni gamelan dianggap sebagai budaya kuno dan jadul, alias “gak happening”. Animo anak-anak muda Indonesia pada seni dan tradisional juga terlihat semakin surut.

Tapi, tahu ga? Mulai ditinggalkan di negeri sendiri, ternyata gamelan diminati dan digandrungi di luar negeri loh. Ga percaya?

Gamelan Jawa adalah yang paling banyak peminatnya di luar negeri. Beberapa lembaga pendidikan di Amerika Serikat, Jepang, Singapura dan Selandia Baru bahkan memuat kurikulum yang mengajarkan tentang gamelan baik penggunaan maupun sejarahnya.

Berikut universitas luar negeri dengan mata kuliah alat musik tradisional Indonesia (Gamelan) :

1. Universitas Berkeley California, Amerika Serikat

Universitas Luar Negeri Dengan Mata Kuliah Alat Musik Tradisional Indonesia (Gamelan) - Universitas Berkeley California

Universitas ini memiliki grup gamelan dengan nama Sari Raras dengan semua anggotanya adalah bule. Usut punya usut ternyata grup gamelan ini sudah berdiri cukup lama yaitu dari tahun 1988 yang didirikan oleh Kepala Departemen Musik Universitas Berkeley, Ben Brinner.

Di Universitas Berkeley tersebut ternyata memang ada mata kuliah karawitan yang tidak disangka ternyata banyak peminatnya. Terbukti banyaknya alumni yang lahir dari kelompok ini. Nama Sari Raras sendiri memiliki makna dan konsep yang jelas. Sari dalam kosakata ini memiliki makna esensi, sedangkan Raras berarti melodi yang enak. Sehingga secara garis besar memiliki makna memainkan melodi yang enak didengar untuk menghaluskan rasa.

Sari Raras UC Barkeley

Dalang Ki Midiyanto (54) adalah salah satu sosok orang Indonesia dipercaya untuk mengajarkan gamelan. Ki Midiyanto sendiri sudah mengajar gamelan di Universitas Berkeley California selama 15 tahun.

“Selama saya mengajar, mereka lebih sportif dan serius dari bangsa kita. Saya tidak ingin berkata seperti ini, tapi faktanya memang demikian. Mereka tertarik dan benar-benar serius mau mempelajari kesenian kita ini,” cerita Ki Midiyanto.

Di Amerika, selain Universitas Berkeley di California, universitas lain yang memiliki mata kuliah gamelan adalah San Jose University, Lewis and Clark College, Michigan, Wiscounsin, Northern Illinois, Oberlin, Wesleyan, dan ratusan universitas terkemuka lainnya.

Nah lo!

2. Tokyo University of the Arts (Tokyo Geidai), Jepang

Tokyo University of the Arts

Dulu sekitar 30 tahun lalu Tokyo Geidai memiliki dosen gamelan orang Jawa yang diundang ke universitas tersebut tetapi sudah kembali ke Indonesia dan kini sensei (dosen) gamelan hanya orang Jepang saja.

Pada 2014 lalu, Universitas Tokyo Geidai menyelenggarakan Festival Gamelan Universe yang diikuti oleh 11 grup gamelan pendidikan tinggi yang ada di Jepang. Wuihh!

Para peserta itu adalah dari :

Kanda University of International Studies, Kunitachi College of Bali , Universitas Shizuoka, Musik gamelan Universitas Shizuoka, Lingkaran gamelan Shobi “Skull Seto”, Senzoku College of ensemble, Tokyo College of Music Gamelan Jawa Orkestra, Lingkaran Tokyo Gakugei musik rakyat Lagu-Lagu Lindik, Klub gamelan Jawa Tokyo National University of Fine Arts dan Music Titik Suara, Bagian tari Indonesia Tokyo University of Foreign Studies, dan Toho Gakuen School of Music.

Saya sejak 5 tahun lalu memang senang gamelan,” papar Kumi Masuda yang baru lulus dari Tokyo Geidai Maret lalu dan mendapat beasiswa Darmasiswa dari pemerintah Indonesia mulai Agustus mendatang selama dua tahun akan berada di Indonesia.

Dari penyelidikan saya di Jepang ternyata ada 30 grup gamelan di Jepang cukup banyak dan kali ini pertama kali diundang bersama-sama ensemble, melantunkan gamelan dari berbagai aliran, ada gamelan Jawa, Sunda, Bali dan sebagainya,” tambahnya.

Grup gamelan yang paling jauh datang dan akan berpartisipasi 25 Juli mendatang dari Shizuoka. Yang lain dari tempat yang ada di Tokyo dan sekitarnya.

Universitas Shizuoka ini memiliki kelompok gamelan Suara Canda yang baru dibentuk April 2014 lalu. Mereka pun latihan 20 Juli 2014 lalu untuk mempersiapkan diri menghadapi Festival Universe di Tokyo yang akan diikuti pula banyak grup gamelan lain.

kelompok gamelan universitas shizuoka

Gambar di atas adalah kelompok gamelan yang ada di universitas Shizuoka Jepang yang sedang berlatih gamelan. Di berbagai universitas  yang ada di Jepang, gamelan sudah menjadi media belajar, seperti Tokyo University of Fine Art and Music yang memiliki grup gamelan bernama Kyai Lambang Sari, di Kuntachi College of Music ada Gamelan Sekar Jepun dan gamelan College of Music yaitu universitas Tokyo Osaka Tohogakuen, Hyogo University dan Osaka University.

3. New Zealand School of Music (NZSM), Selandia Baru

NZSM Website

Gamelan Jawa telah menjadi salah satu kurikulum tetap di New Zealand School of Music (NZSM) dengan kode mata kuliah PERF250 – Special Indonesian Gamelan. Wuihh mantep!!

Jumlah mahasiswa ‘gamelan course’ tahun 2011 mencapai 23 orang. Melebihi batas maksimal penerimaan mahasiswa khususnya untuk mata kuliah PERF250 sebanyak 18 orang. Ini menunjukkan besarnya minat mahasiswa NZSM untuk mendalami seni budaya Indonesia khususnya gamelan.

Jangka waktu pengajaran sangat singkat yaitu satu semester atau kurang lebih 13 minggu. Dalam kurun waktu tersebut, selain mahasiswa harus mampu memainkan sebanyak 3 gending gamelan dengan teknik menabuh yang baik, mereka juga harus mendalami teori tentang sejarah dan perkembangan gamelan.

Kepiawaian para mahasiswa tersebut ditampilkan dalam acara Ujian Akhir mata kuliah gamelan Jawa bertajuk “Heavenly Gongs : Music from Java” pada Minggu, 12 Juni 2011 lalu yang diselenggarakan di Adams Concert Room (ACR) NZSM. Acara tersebut mampu membuat kagum sekitar 200 penonton dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, pengajar, masyarakat New Zealand dan Indonesia.

Mahasiswa NZSM Belajar Gamelan

Ada lagi nih yang ga kalah keren! Jika kamu sudah melihat film ‘Hobbit The Desolation of Smaug’,

Ada bunyi-bunyian yang tidak lain adalah bunyi gamelan yang dimainkan oleh grup gamelan di Wellington yaitu Padhang Moncar, Selandia Baru. Suara gamelan yang khas diikutsertakan sebagai bagian dari ilustrasi musik yang terdapat di film ‘The Hobbit’ tersebut. Wow!

4. Lain-lain yang sayang untuk dilewatkan

Grup Gamelan Lambangsari - Jepang

Festival Gamelan Dunia pertama diadakan tahun 1986 di Kanada. Setidaknya terdapat ratusan lebih kelompok ensambel dan studi gamelan di Amerika Serikat, belum lagi di negara lain.

Menurut Rahayu Supanggah, penggagas Festival Gamelan Dunia tersebut, Singapura telah menjadikan gamelan sebagai mata pelajaran wajib di berbagai sekolah dasar pada hampir sebagian wilayahnya.

Anak Kecil Luar Negeri belajar Gamelan

Gamelan sebagai budaya Indonesia yang di pelajari di Mancanegara dibuktikan dengan banyaknya grup gamelan yang terbentuk di berbagai negara di dunia yaitu seperti Grup Gamelan Lila Cita di Inggris, Grup Gamelan Marsudi Raras di Belanda, Grup Gamelan Warsaw di Polandia, Grup Gamelan Sekar Jaya, Kori Mas dan Sumunar di Amerika Serikat, Grup Gamelan Bratislava di Slovakia, Grup Gamelan Charoko Laras di Spanyol, Grup Gamelan Lambang Sari di Jepang serta Grup Gamelan Motebello di Italia.


Nah, jika setelah membaca artikel diatas tiba-tiba kamu merasa dicubit-cubit, adrenalin naik dan menjadi semangat. Selamat, kamu telah takjub dan bangga terhadap seni gamelan yang asli berasal dari Indonesia. 🙂

Menarik ditunggu tindak lanjutmu selanjutnya, apakah akan mulai belajar gamelan? Atau mengawali dengan share artikel ini sebanyak-banyaknya agar banyak orang yang menjadi bangga dan semangat mempelajari gamelan? Hehe.

Alat musik tradisional Indonesia gamelan, emang mantep!!

Artikel Mantep Lainnya

TInggalkan Komentar Mantepmu!