Penampilan Pentas dan Kegiatan Seni Angklung Yang Mendunia

Penampilan Pentas Seni Angklung Yang Mendunia

Jika kamu mau memikirkan dan merenung, betapa mahalnya warisan budaya angklung ini. Bagaimana tidak, seperti apa proses awal terciptanya alat musik angklung ini sehingga sampai seperti sekarang yang kita ketahui? Apakah terbayangkan olehmu?

Dahulu saat belum ada google, buku-buku musik, guru-guru musik dan lain-lain, nenek moyang bangsa Indonesia (pada saat itu masih berbentuk kerajaan) sudah mampu membuat alat musik yang terbuat dari pipa-pipa bambu, yang dipotong ujung-ujungnya, menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ, dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan untuk menghasilkan bunyi. Jika dimainkan dengan baik, alat musik ini mampu menghasilkan suara yang sangat indah dan menghanyutkan siapapun yang mendengarnya.

Tahu kah kamu? Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010 loh. Keren kan?

Tidak berlebihan dong jika masyarakat luar negeri akhirnya begitu tertarik dan terkesima dengan alat musik angklung ini. Sebagai buktinya, penampilan pentas seni angklung di luar negeri selalu dipenuhi penonton yang bertepuk tangan membahana setiap pemain angklung menuntaskan lagu yang dimainkan dengan alat musik angklung ini.

Berikut diantaranya deretan pentas seni angklung yang mendunia :

1. Pemecahan rekor Guinness Book of World Record bermain angklung oleh lebih dari 5.000 orang di Washington DC

Penampilan Pentas dan Kegiatan Seni Angklung Yang Mendunia - Rekor dunia Angklung

Acara ini berlangsung pada tahun 2011, diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington, D.C. dan Saung Angklung Udjo di Bandung itu. 5.182 orang serentak memainkan lagu “We are the World” dengan menggunakan angklung, dimana kemudian peristiwa tersebut dicatat dalam the Guinness World Records.

Daeng Udjo, anak dari Mang Udjo tampil menjadi konduktor permainan angklung untuk pemecahan rekor tersebut. Workshopnya Saung Mang Udjo juga membuat sebanyak 5.500 angklung yang dibagikan secara cuma-cuma kepada partisipan yang bermain angklung di lapangan Monumen Nasional, Washington DC.  Dan, Alhamdulilah sukses tercatat dalam Guinness Book of World Records.

2. Ketika Angklung, menjadi “Pemersatu” Dunia di Bali

Angklung Konferensi Menlu di Bali

Angklung pernah dimainkan oleh menteri Luar Negeri dari berbagai Negara di dunia. Di Bali, pada bulan Juli 2011 di Nusa Indah Hall, BICC diselenggarakan acara gala dinner. Hadir lebih dari 50 menteri luar negeri, di antaranya  Menlu AS waktu itu, beserta rekan-rekannya dari negara-negara ASEAN, China, Rusia, Uni Eropa, para mitra wicara, peninjau dan tamu dari berbagai negara.

Waktu itu, semua hadirin dibagikan angklung berbagai tangga-nada. Tidak kecuali kepada Menlu Marty dan isteri yang duduk di barisan utama, beserta Ibu Hillary Clinton dan berbagai perwakilan berbagai Negara.

Meski pembahasan masalah antar Negara cukup pelik, namun alunan musik angklung yang dimainkan bersama menjadi penghibur keceriaan para Menteri. Sehingga keberadaan alat musik ini dapat mempersatukan perbedaan yang ada di dunia.

Bahkan hal luar biasa lainnya adalah ketika pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan berdampingan bermain angklung. Mereka berdua tertawa dan berkonsentrasi memainkan angklung mengikuti komando perwakilan SAU (Saung Angklung Udjo).

3. Angklung for The World pada Konferensi Asia Afrika di Bandung

Angklung Konferensi Asia Afrika

Momen alat musik bambu mengharumkan Indonesia ke manca negara berulang kembali pada perayaan puncak Konferensi Asia Afrika ke-60 di Bandung (23/4/2015). Angklung for The World, ya rekor permainan angklung oleh  lebih dari 20.000 orang. Stadion Siliwangi menjadi saksi ribuan pelajar SD sampai SMU, pegawai negeri, kalangan profesional, pengusaha dan segenap warga Bandung bermain angklung.  Permainan ribuan angklung ini menjadi simbol solidaritas Kota Bandung kepada  nilai-nilai yang terkandung pada KAA, bahwasanya, semangat Dasasila Bandung masih menyala pada jiwa dan raga masyarakat Bandung. Woww!

4. Indonesia Cultural Day di Beijing

Angklung di Beijing

Sekitar 1.500 siswa siswi berpartisipasi dalam Indonesia Cultural Day yang diselenggarakan di Western Academy of Beijing (WAB) pada tahun 2013. Ini adalah acara kerjasama dengan KBRI Beijing dengan sekelompok masyarakat Indonesia yang ada di sana.

Ada 4 lagu yang dinyanyikan di antaranya Burung Kakak Tua, sebuah lagu Mandarin, Yue Liang Dai Biao Wo De Xin, dan dua lagu anak-anak Barat.

Bahkan, para siswa-siswi kelas musik internasional tingkat Sekolah Menengah pun bisa langsung memainkan cuplikan aransemen Mozart dengan menggunakan angklung. Uniknya alat musik dari Indonesia menarik perhatian banyak orang termasuk guru musik WAB yang rencananya akan mempelajari lebih dalam tentang angklung.

Indonesia Cultural Day sangat membantu perkembangan banyak hal bagi Indonesia, termasuk dalam aspek pariwisata. Dengan adanya acara ini, para masyarakat asal Indonesia bisa memperkenalkan aneka ragam kekayaan milik Tanah Air. Semakin menarik acaranya, semoga semakin banyak wisatawan yang akan melancong ke Indonesia.

5. House Of Angklung di Washington DC

House of Angklung

House Of Angklung adalah organisasi nirlaba organisasi nirlaba yang sudah berdiri sejak tahun 2006 di Washington D.C. Awalnya, organisasi ini diberi nama Rukun Wargi Pasundan dengan beranggotakan masyarakat Pasundan di Washington, D.C. dan sekitarnya. Untuk memperluas ruang geraknya, organisasi tersebut kemudian berganti nama.

Hingga kini House of Angklung sudah tampil di berbagai acara, seperti festival tahunan Cherry Blossom di Washington, D.C. dan berbagai festival Indonesia yang diadakan di beberapa kota di Amerika, seperti Pittsburgh dan Boston.

Menariknya, melalui Tricia Sumarijanto yang merupakan pengajar angklung dan koordinator program di House of Angklung. Ada program jangka panjang yang tengah dikerjakan sejak tahun 2011 yaitu Angklung Goes to School yang ditujukan untuk anak-anak SD hingga SMA di daerah Washington, D.C. Wow..wow..wow.

6. Siswa Keluarga Paduan Angklung SMA Negeri 3 Bandung ( KPA 3 ) Meraih Penghargaan Internasional

KPA3

Penghargaan Internasional tersebut adalah “Winner of the Special Award of the Summa Cum Laude Festival” yang diperoleh dalam acara “4th Summa Cum Laude International Youth Music Festival Vienna 2010” di Wina Austria, 3-7 Juli 2010 lalu.

Saat berlaga di Festival SummaCum Laude, KPA 3 mengalunkan 3 lagu andalan, yakni “Symphony no.1” karya Robert Scumann, “Palladio Mov 1 Allegretto” karya Karl Jenkins dan lagu “Badai Pasti Berlalu” karya Eros Djarot.

Berkat kemenangan ini, KPA 3 diberi kesempatan tampil pada Gala Winners Concert di Golden Hall Musikverein bersama 9 pemenang lainnya.

Berdasarkan laporan dari Kedutaan Besar Indonesia di Wina, KPA 3 telah memukau penonton yang berjumlah lebih 2000 orang dengan alunan angklung Symphony no.1 karya Schumann, kata Firmansyah Noor, wakil Manajemen Mutu SMAN 3 Bandung.

7. ‘Pulau’, Konser Angklung yang Menghipnotis Penonton di Amerika

Angklung Pulau Konser

Konser bertajuk Pulau: The Angklung Concert’ ini adalah yang pertama kali diadakan di Amerika Serikat. Diadakan untuk memperingati 5 tahun Angklung dinobatkan sebagai warisan budaya UNESCO, konser ini berhasil menghipnotis sekitar 500 penonton yang memadati kursi teater Montgemory College Cultural Arts Center

Para pemain angklung ini membawakan lagu-lagu internasional dan beberapa lagu daerah seperti Bubuy Bulan, Bengawan Solo, Bungong Jeumpa, Sinanggar Tulo, dan lainnya. Konser ini diakhiri dengan manis oleh penampilan Elfa’s Singer membawakan lagu We Are The World.

Kamu bisa juga lihat videonya di youtube.

8. Konser Angklung Saung Udjo di Paris

Saung Udjo di Paris

Masih sama untuk memperingati 5 tahun angklung sebagai warisan UNESCO, diadakan konser angklung di Teater Odéon Paris. Penampilnya kali ini adalah Saung Udjo dari Bandung.

Mereka berhasil membuat takjub penonton di dalam teater dengan menampilkan lagu-lagu daerah seperti Si Jali-Jali, Sinanggar Tulo, Poco-Poco, dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, mereka juga menampilkan tarian tradisional Indonesia serta mengajak penonton terlibat dalam permainan angklung.

Kamu bisa juga lihat videonya di youtube.

9. Angklung Eindhoven, Sebuah Kelompok Pecinta Angklung di Belanda

Angklung di Eindhoven

Saking merdunya musik yang dihasilkan oleh angklung, para mahasiswa Indonesia yang ada di Universitas Teknologi Eindhoven membentuk kelompok dengan misi memperkenalkan angklung di Belanda.

Beranggotakan 25 orang dan kebanyakan berasal dari Indonesia, kelompok ini sukses menghibur penonton di beberapa konser. Salah satunya di konser Melodies of The World pada tahun 2013 lalu dengan menampilkan lagu You Raise Me Up.

Kamu bisa juga lihat videonya di youtube.

10. Konser Angklung Mahasiswa Indonesia di Korsel

Angklung di Korsel

Setiap tahun, Universitas Sejong di Seoul, Korea Selatan mengadakan program penggalangan dana. Event ini berhasil dimanfaatkan oleh para mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di sana untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia.

Pada Oktober 2015, mereka berhasil memukau para penonton dengan penampilan mereka membawakan lagu Tanah Airku diiringi musik angklung yang syahdu. Bersamaan dengan penampilann tersebut, mereka juga menampilkan slide tentang keindahan alam dan budaya Indonesia. Salut!

Kamu bisa juga lihat di youtube.

11. Penampilan kelompok musik angklung pimpinan Daeng Oktafiandi Udjo, Inggris

Angklung di London

Lebih dari 200 undangan yang memenuhi Conway Hall, Red Lion Square, di pusat Kota London, Rabu (27/10/2010) malam dibuat terkesima dan takjub dengan lagu “Bohemian Rhapsody”, karya kelompok musik legendaris Queen, yang dibawakan dengan apik oleh kelompok musik angklung pimpinan Daeng Oktafiandi Udjo pada acara “The Heritage of Indonesia” yang diadakan KBRI London bekerja sama dengan Masyarakat Pecinta Seni Budaya Cinta Nusantara (Citra) binaan Letjen TNI (Purn) Agum Gumelar.


Sangat banyak sekali pentas musik seni angklung di luar negeri ya!? Ga mau kalah dengan Gamelan yang jadi mata kuliah di universitas luar negeri. Seni musik Indonesia memang luar biasa mantep!!

Bagaimana dengan kamu? Siap men”dunia”kan seni musik dari daerah tempat asalmu masing-masing? Pasti bisa! tentunya dimulai dulu dengan mempelajari dan mencintai seni musik dari negeri sendiri dong.:) Ditunggu ya fren!:)

Seni musik Angklung, emang mantep!!

TInggalkan Komentar Mantepmu!