Cara Pinjam Uang untuk Modal Usaha Demi Mewujudkan Mimpi

Cara Pinjam Uang untuk Modal Usaha demi Mewujudkan Mimpi

Setelah kamu membaca cara mendapatkan modal untuk mewujudkan mimpi dengan cara pertama yaitu menabung, yuuk mari kita lanjutkan dengan cara kedua yaitu pinjam uang.

Yup, cara ini adalah salah satu cara tercepat untuk mendapatkan modal. Tetapi sebelum menerapkan cara ini, saran saya ada baiknya kamu harus sudah yakin dan memutuskan usaha apa yang akan digeluti terlebih dahulu. Kamu harus sudah tahu secara detil apa-apa saja yang harus dilakukan termasuk risiko yang harus ditanggung. Tanyakan dulu pada diri sendiri, apakah kamu sudah memenuhi kriteria-kriteria tersebut?

Bila kamu sudah yakin untuk melakukan usaha secara mandiri, cara pinjam uang untuk modal usaha demi mewujudkan mimpi dibawah ini mungkin bisa menjadi salah satu alternatif yang mendukung usahamu. Jika kamu masih ragu-ragu, jangan sesekali pinjam uang ya fren !? Konsekuensinya kadangkala “mengerikan” dan malah merusak mimpi-mimpi atau cita-citamu, percaya deh.

Oke, untuk kamu yang sudah yakin dengan usaha yang akan digeluti dan sudah tahu detil apa-apa saja yang harus dilakukan termasuk risiko yang harus ditanggung, mungkin salah satu cara mendapatkan modal dengan pinjam uang dibawah ini bisa kamu lakukan. Garis besarnya, sumber pinjaman untuk modal ada dua, yaitu melalui non bank dan melalui bank. Berikut untuk lebih jelasnya :

I. Non Bank

non bank

Sumber ini bisa kamu pilih untuk kamu yang butuh pinjaman dana tidak begitu besar dan kamu memiliki kekhawatiran tersendiri untuk mengajukan sejumlah pinjaman ke bank. Hal ini sah-sah saja untuk dilakukan, mengingat setiap keputusan yang kita ambil haruslah sesuai dengan perhitungan akurat dan kondisi keuangan yang kita miliki. Simak beberapa poin di bawah ini yang bisa kamu jadikan sebagai solusi cerdas dalam mendapatkan pinjaman tanpa bunga melalui pendanaan di luar bank :

1. Pinjaman Dana Tunai dari Orang Tua

Orang tua merupakan orang terdekat yang bisa kamu jadikan sebagai sumber pendanaan bagi pinjaman tanpa bunga yang akan kamu butuhkan. Jabarkan rencana bisnis dan berikan pengertian pada mereka tentang peluang usaha yang akan kamu jalankan. Yakinkan juga mereka akan kemampuanmu untuk mengembalikan modal pinjaman tersebut pada waktu tertentu yang telah kamu perhitungkan sebelumnya.

Dengan penyampaian yang tepat dan perhitungan yang cermat, maka orang tua akan dengan mudah menanggapi permintaanmu dan kamu bisa mendapatkan sejumlah pinjaman tunai tanpa bunga dari mereka.

2. Pinjaman Dana Tunai dari Saudara

Dalam kondisi tertentu, maka bisa saja kamu tidak mendapatkan sejumlah pinjaman dari orangtua. Namun jangan berkecil hati, karena saudara juga bisa kamu jadikan sebagai sumber dana pinjaman yang kamu butuhkan.

Sama halnya dengan meminjam dari orang tua, kamu juga harus sabar dan berusaha untuk meyakinkan saudara akan peluang usaha yang akan kamu jalankan. Beritahu mereka bagaimana konsep dan jenis usaha yang sedang kamu kembangkan saat ini.

Untuk lebih meyakinkan, kamu juga bisa mengajak saudara untuk bergabung bersama dan menanamkan modalnya di dalam usaha yang akan kamu jalankan, diskusikan mengenai pembagian hasil dan resiko yang akan kamu terapkan di dalam usaha tersebut.

3. Pinjaman Dana Tunai dari Sahabat

Sebagai sumber dana tunai berikutnya, kamu bisa menjadikan sahabat sebagai pilihan, terutama sahabat yang telah benar-benar dekat denganmu.

Biasanya kamu akan lebih mudah dan santai dalam menjabarkan usahamu kepada sahabat bila dibandingkan dengan kepada orang lainnya, dan hal tersebut bisa kamu jadikan sebagai keuntungan dalam permasalahan dana untuk usaha yang sedang kamu hadapi.

Selain meminjam dana tunai kepada sahabat, tidak ada salahnya bila kamu mengajak sahabatmu untuk bergabung di dalam usaha yang akan kamu jalankan nantinya, bisa saja usaha tersebut akan terlaksana dengan jalan adanya kerjasama antara kamu dan sahabat tersebut.

4. Mencari Dana Hibah dari Departemen Pemerintah

Bila memiliki sebuah rencana yang benar-benar terprogram, maka ada baiknya kamu mengajukan proposal usaha tersebut kepada pihak departemen pemerintah yang membidangi/sesuai dengan jenis usaha yang akan kamu ajukan. Biasanya setiap departemen akan memiliki sejumlah hibah bagi usaha yang dijalankan masyarakat dan hal ini bisa kamu jadikan sebagai pilihan sumber dana bagi usahamu.

II. Bank

Bank

Sebagai lembaga keuangan, bank tentunya memiliki produk-produk pinjaman untuk modal usaha. Secara umum, syarat pinjaman dana untuk modal usaha biasanya diberikan untuk usaha yang sudah berjalan minimal dua tahun dan sudah menghasilkan laba dan usaha dinilai berkembang.

Namun tidak menutup kemungkinan ada juga beberapa bank yang “mau” membiayai usaha start up atau baru mulai. Jika usahamu tergolong start up dan kamu mau meluangkan waktu untuk mencari informasi dengan mengunjungi bank-bank di daerahmu, mungkin kamu bisa beruntung mendapatkanya.

Saya pribadi tidak menyarankan secara langsung untuk memakai cara pinjam uang untuk modal melalui bank. Karena ya itu tadi, konsekuensinya “mengerikan” bagi saya pribadi.

Oleh karena itu fren, sebelum pinjam modal usaha dari bank, pastikan dulu bahwa pinjaman digunakan untuk hal produktif (menghasilkan) dan kamu sudah punya rencana yang jelas termasuk sudah perhitungkan pembayaran angsuran di bank nantinya ya.

Lalu bagaimana denganmu? Apakah sudah menemukan produk perbankan yang paling tepat sebagai sumber pendanaan untuk menutup kebutuhan modal usahamu?

Saat ini, secara umum bank memiliki dua macam jenis pinjaman, yaitu tanpa agunan dan dengan agunan. Kamu bisa simak kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis pinjaman dibawah ini :

1. Pinjaman Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Kelebihannya:

  • Proses pengajuan yang tergolong cepat, yakni hanya sekitar 2-3 hari saja.
  • Persyaratan pengajuan yang lebih mudah, di mana tidak perlu mengajukan agunan di dalam pinjaman ini.

Kekurangannya:

  • Suku bunga pinjaman yang terbilang cukup tinggi.
  • Plafon pinjaman yang tergolong kecil, antara Rp2 juta – Rp200 juta saja, di mana pada dasarnya bank jarang sekali memberikan plafon dengan batas kredit maksimal kepada nasabahnya.
  • Jangka waktu pinjaman yang relatif pendek, sekitar 1 tahun – 5 tahun saja.
  • Bila terjadi kredit macet, pihak bank akan dengan segera mengirimkan pihak ketiga (debt collector) untuk melakukan penagihan dan hal ini juga bisa berlanjut ke sebuah proses pengajuan gugatan perdata di pengadilan yang akan diakhiri dengan proses penyitaan aset nasabah tersebut.

2. Pinjaman Kredit dengan Agunan

Kelebihannya:

  • Suku bunga pinjaman lebih rendah.
  • Jangka waktu pinjaman cukup panjang, yakni hingga mencapai 15 tahun.
  • Plafon pinjaman akan lebih besar dan hal ini biasanya disesuaikan dengan nilai aset yang dijadikan sebagai agunan.

Kekurangannya:

  • Proses pengajuan pinjaman relatif lama karena harus melalui proses apprasial dan lain-lain, di mana bank akan melakukan sejumlah survey dalam menentukan nilai taksiran terhadap aset yang diajukan sebagai jaminan.
  • Dalam perkara terjadinya kredit macet, maka nasabah harus merelakan asetnya yang dijadikan sebagai jaminan untuk disita oleh pihak bank.

Dengan mempertimbangkan beberapa poin di atas, maka kamu bisa memilih dan menentukan jenis pinjaman mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dana yang sedang kamu perlukan saat ini.

Di dalam mengajukan sebuah pinjaman dana ke bank, sudah sepatutnya kamu juga wajib mempertimbangkan segala kemungkinan baik dan buruknya pinjaman tersebut bagi keuangan usahamu di masa depan.

Hal ini akan sangat penting dilakukan karena bila tidak ada perhitungan yang matang, maka bisa saja sumber dana yang tadinya kamu jadikan sebagai solusi dalam keuangan, justru menjadi sebuah malapetaka yang akan membebani keuanganmu di masa yang akan datang. Nah, inilah salah satu konsekuensi “mengerikan” yang saya maksut diatas.

Bayangkan saja, bagaimana kamu harus mencicil pinjaman selama bertahun-tahun dan hal tersebut juga dibarengi dengan pengenaan sejumlah bunga yang jumlahnya tidak kecil. Bukan hanya itu saja, sejumlah biaya seperti provisi, asuransi dan lain-lain juga akan membebani, bahkan hal ini akan dikenakan di saat kamu baru saja mendapatkan pinjaman dan belum menggunakannya. Cukup membebani bukan?


So, sudah ada gambaran darimana sumber modal usaha dengan cara pinjam uang?

Untuk itu, saran saya pribadi lebih baik memilih sejumlah sumber dana yang bisa memberikan pinjaman tanpa bunga dan biaya. Ini akan sangat membantu kamu mengatur keuangan dan memberi lebih keleluasaan dalam mengembalikan pinjaman.

Ayo semangat mulai usahamu!! Jadilah pribadi Mantep!! Dapatkan modalmu, raih impian-impianmu!! Kita Bisa!!

Artikel Mantep Lainnya

TInggalkan Komentar Mantepmu!