BJ Habibie dan Anak- Anak Jenius Indonesia

BJ Habibie dan Anak-anak Jenius Indonesia

Kalian tahu enggak siapa orang tercerdas di Indonesia ? Kalo kalian menebak BJ Habibie tebakan kalian benar, bahkan Albert Einstein yang terkenal sebagai salah satu penemu tercerdas di dunia yang menemukan teori relativitas gravitasi dan juga ilmuan hebat dunia saja rupanya hanya memiliki IQ 160. Pantas saja dengan IQ 200 yang dimiliki, BJ Habibie layak dong ditasbihkan sebagai orang tercerdas di Indonesia sampai saat ini.

Sebagai tambahan, kecerdasan BJ Habibie ini tidak hanya diakui oleh masyarakat Indonesia saja lo, tetapi juga diakui oleh dunia dan beliau juga banyak membuat prestasi gemilang di dunia Internasional di dalam bidang penerbangan.

Nah, bagaimana dengan anak-anak Indonesia? adakah generasi bangsa yang akan meneruskan kemasyuran dan kecerdasan BJ Habibie?

Deretan Anak-anak jenius Indonesia di bawah ini mungkin layak menjadi penerus orang-orang cerdas di Indonesia :

1. Aldo Meyolla Geraldino

BJ Habibie dan Anak-anak Jenius Indonesia - Aldo Meyolla

Aldo Meyolla Geraldino, begitu nama anak muda itu, dinobatkan sebagai mahasiswa termuda UGM (Universitas gajah Mada) pada tahun 2015 lalu. Dari 9.536 mahasiswa baru tahun akademik 2015-2016 di kampus itu. Dan tampangnya memang terlihat seperti remaja tanggung. Usianya 14 tahun, 7 bulan, 29 hari saat itu.  Pada usia yang terbilang belia untuk kuliah itu, dia lulus bersaing dengan ribuan orang, masuk Fakultas Kedokteran. Keren !!

Ketika ribuan anak-anak seusianya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), Aldo sudah menyandang status mahasiswa. Dia tidak hanya cerdas, tapi juga menyimpan mental yang prima.  Dan semenjak itulah nama Aldo menjadi tersohor. Dikagumi banyak orang. Media massa juga antri mewawancara, mengali kisah hidup hingga tips belajar. Dia kemudian disemat sebagai bocah jenius Indonesia. Layak dong!

2. Irfan Rulianto

Irfan Rulianto

Irfan Rulianto, semenjak berusia 13 tahun sudah menetap di Korea Selatan, negeri yang tidak hanya sohor dengan musik dan sinetronnya ke sekujur bumi, tapi juga terdepan di bidang teknologi informasi. Ketika teman-teman seusianya masih merajuk, dia sudah harus hidup mandiri di negeri itu. Ngapain ya?

Di bumi K-Pop itu, ternyata Irfan melaju jauh melampaui usianya. Dia  menimba ilmu di Korea Science Academy of Korea Advance Institute of Science and Technology (KSA of KAIST), sekolah yang setara dengan SMA di Negeri Ginseng itu. Tinggal sendirian di negeri jauh itu, tentunya bukan perkara mudah untuk anak seusia Irfan. Jauh dari orang tua, serta adik-adiknya. Dan saban hari akan bertemu wajah-wajah asing.

Tapi dia sukses melewatinya dengan sempurna.Tiga tahun berkelana di negeri itu,  Irfan sukses mengalahkan segenap ketakutannya. Kini, dia sudah menjadi mahasiswa di Ulsan National Institute of Science and Technology (UNIST). Wow!!

3. Rinaldi Wilopo

Rinaldi Wilopo

Rinaldi Wilopo. Dari tanah Minang, remaja 15 tahun ini melalang buana sendirian ke tanah Pasundan. Di usia yang terbilang muda itu, Rinaldi diterima sebagai mahasiswa Universitas Padjadjaran. Dia terdaftar sebagai mahasiswa di jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Wah, serius neh!

Rinaldi masuk sekolah dasar di usia 5 tahun. Ia mulai masuk kelas akselerasi di SMP Maria Padang. Ia menamatkan sekolahnya sebanyak enam semester dalam dua tahun. Demikian pula saat ia di SMA Don Bosco Padang.

4. Cendikiawan Suryaatmaja

Cendikiawan Suryaatmaja

Di usia 12 tahun Cendikiawan ‘Diki’ Suryaatmadja, anak asli Indonesia, sudah berhasil dapetin beasiswa di University of Waterloo, Kanada. Yang artinya Diki dah lulus SMA dan udah siap untuk kuliah. Mantep banget coy!

Padahal Diki ngakunya belajar bahasa Inggris secara otodidak loh. Diki berhasil merebut hati University of Waterloo karena kecerdasan dan kemampuan matematikanya yang oke banget. Diki merupakan mahasiswa termuda dalam catatan kampusnya.

Di Waterloo, Diki dapet beasiswa untuk jurusan Fisika. Emang dari umur sembilan tahun Diki udah mikir bahwa Fisika adalah subyek yang bisa mengubah dunia. Diki bercita-cita menciptakan sumber energi bersih untuk menyelamatkan dunia setelah kelar kuliah nanti. Widiihh Kereen!!

5. Fahma Waluya Rosmansyah dan Hania Pracika Rosmansyah

Fahma & Hania

Nah, jenius yang ini ga nanggung-nanggung, kakak beradik. Yups, Fahma Waluya Rosmansyah dan Hania Pracika Rosmansyah.

Kakak beradik ini berhasil memenangi lomba pembuatan software Asia Pacific Information and Communication Technology Award (APICTA) International 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia, Oktober lalu yang diikuti 16 negara.

Beberapa software yang diciptakan Fahma untuk ponsel, antara lain, Bahana (Belajar Huruf Warna Angka), DUIT (Doa Usaha Ikhlas Tawakal), Enrich (English for Children), Mantap (Matematika untuk Anak Pintar), dan Doa Anak Muslim (Prayers for Children).

Atas prestasi yang ”spektakuler” untuk anak-anak seusianya, Fahma dan Hania mencetak rekor baru sebagai peserta termuda yang berhasil meraih juara APICTA. Kedua kakak-adik ini juga tercatat sebagai pembuat aplikasi Nokia termuda di dunia! wow..wow…wow!!


Nah, sambil nulis ini, saya cuman bisa geleng-geleng kepala, takjub, bangga!! Anak Indonesia, ternyata memiliki generasi-generasi jenius sekelas bahkan mungkin bisa saja melebihi bapak BJ Habibie ya!!

Masih adakah anak-anak jenius Indonesia yang belum saya tulis? mohon ditulis di kolom komentar dibawah ya fren!?

Bangga..bangga..bangga!!

BJ Habibie dan Anak-anak jenius Indonesia, emang mantep!!

Artikel Mantep Lainnya

TInggalkan Komentar Mantepmu!