6 Tradisi Unik Perayaan Idul Adha di Nusantara

Hari raya Idul Adha tahun ini diadakan serentak di Indonesia. Bermacam-macam acara siap menyambut hari raya bagi umat Muslim. Berbagai acara memiliki karakteristik unik dari berbagai penjuru daerah. Yuk kita intip apa saja salah satunya.

 

1. Tradisi Meugang, Aceh

Resized-L95HK

Tradisi Meugang adalah tradisi makan daging bersama-sama untuk menyambut hari raya secara turun-temurun di Aceh. Biasanya mereka makan bersama tetangga dan sanak saudara. Adapun pembelian daging di pasar selalu melonjak karena adanya tradisi ini. Perayaan Meugang sendiri jatuh setiap Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha.

 

2. Tradisi Sadari Mangalomang, Sumatera Utara

Resized-L6AVZ

Di daerah Tapanuli Selatan, hamper seluruh ibu rumah tangga memasak lemang bersama-sama. Tradisi ini umumnya dilakukan tidak pada saat Idul Adha saja, melainkan pada seluruh hari besar umat Islam. Setelah lemang siap masak, mereka juga memakannya secara bersama-sama. Cara memasaknya yakni lemang ditaruh diatas bara api. Bahan-bahannya berupa beras pulut, dan santan. Pembungkusnya menggunakan daun pisang, dan batang bambu.

 

3. Tradisi Grebeg, Yogyakarta

Resized-2NJ5N

Waktu acara Grebeg di Yogya dimulai jam 8 atau setelah shalat Ied. Selanjutnya iringan pasukan keraton sambil membawa atribut dan senjata tradisional. Di belakang para prajurit, terdapat empat jenis gunungan yakni gunungan lanang (pria), wadon (wanita), gunungan gepak, dan gunungan pawuhan. Para penghulu keraton baru mendoakannya setelah keempat gunungan tersebut melewati titik finish di masjid Gede Kauman. Selanjutnya masyarakat menyerbu keempat gunungan tersebut.

 

4. Tradisi Ngejot, Bali

Resized-5WITN

Umat muslim di Banjar Antartiga, Desa Petang Badung memiliki tradisi Ngejot dari umat Hindu. Ngejot memiliki makna berbagi makanan saat umat Hindu maupun Muslim memiliki acara hari besar keagamaan. Tradisi ini merupakan simbolik kerukunan umat beragama yang berlangsung turun-temurun.

 

5. Accera Kalompoang, Sulawesi Selatan

Resized-DKCUJ

Merupakan upacara adat untuk membersihkan benda-benda pusaka peninggalan kerajaan Gowa yang tersimpan di museum Balla Lompoa. Penyucian benda-benda pusaka meliputi salokoa (mahkota), panyanggaya barangan (tombak rotan berambut ekor kuda), lasippo (parang besi tua), tatarapang (keris emas permata), sudanga (atribut senjata raja), poto janga-jangaya (gelang emas berkepala naga), bangkarak ta’roe (anting-anting emas), kancing gaukang (kancing emas), dan sebagainya.

 

6. Tradisi Kaul dan Abda’u, Maluku Tengah

Resized-UFFDH

Pada tradisi ini penyembelihan dilakukan dua kali, yakni untuk umum pada saat setelah shalat Ied, dan khusus. Untuk tujuan khusus penyembelihan 3 ekor kambing yang berupa 1 ekor kambing inti, dan 2 ekor kambing pendamping. Sebelum penyembelihan, tiga kambing tersebut digendong dengan kain oleh pemuka adat untuk diarak keliling sembari terdengr alunan dzikir dan sholawat nabi menuju pelataran masjid Negeri Tulehu selepas Ashar. Tujuan ritual ini untuk menolak bala dan memohon perlindungan Allah untuk masyarakat Tulehu.


 

Dari keenam tradisi yang dilakukan masyarakat, tercermin banyak sekali makna yang bisa dipetik, seperti kerukunan, keamanan, kebudayaan, pengabdian, dan rasa bersyukur. Selamat hari raya Idul Adha, emang mantep!!

Artikel Mantep Lainnya

TInggalkan Komentar Mantepmu!