6 Musisi Indonesia yang Berprestasi di Luar Negeri (Edisi Kedua)

Musisi Indonesia yang Berprestasi di Luar Negeri (edisi kedua) - Joey Alexander

Apakah kamu pernah dengar atau melihat tulisan “kecil bahagia, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga”? mungkinkah? Anak kecil ketika dimanja, senangnya bukan main. Pemuda dibiarkan foya-foya, sangat bahagia. Tua kaya-raya, sungguh indah tak terkira. Mati masuk surga, sungguh akhir yang luar biasa.

Terlepas pro dan kontra dan berbagai sudut pandang dalam mengartikan semboyan atau tulisan “kecil bahagia, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga”.  Yuuk sejenak kita simak beberapa anak muda Indonesia yang dimasa kecilnya bahagia, yup bahagia dengan kerja keras dan prestasi yang  dimilikinya. Dan muda foya-foya, yup mereka foya-foya dengan hasil kerja keras dan prestasinya yang sudah diakui sampai ke luar negeri.

Nama-nama seperti Agnes Monica, Superman Is Dead mungkin adalah mereka yang menempati posisi teratas. Kamu bisa cek musisi Indonesia yang berprestasi di luar negeri (cek edisi pertama di sini).

Nah, kali ini kita membicarakan tentang prestasi anak muda Indonesia di bidang musik, yang mungkin belum dikenal di dalam negeri, namun saat ini tidak jarang kita mendengar tentang bakat mereka yang mulai mendapat pengakuan secara Internasional. Para harapan bangsa ini seperti bergantian membuat kita bangga akan prestasi yang mereka torehkan.

Dibawah ini, kamu bisa simak 6 musisi Indonesia yang berprestasi di luar negeri (edisi kedua) :

1. Joey Alexander Sila

6 Anak Muda Indonesia (Music Only) yang Mengharumkan Indonesia ke Luar Negeri - Joey Alexander

Joey Alexander Sila adalah anak anak baru gede yang prestasinya bukan main.  Joey terjun ke dunia musik. Dia sukses meraup perhatian internasional sebagai pianis cilik yang piawai.

Pada usianya yang ke-10 tahun, Joey ramai diberitakan media internasional, khususnya media musik, sebagai prodigy alias anak ajaib. Berkat kepiawaiannya memencet tuts piano, Joey bisa melalang buana ke Amerika Serikat, Rusia, Prancis, dan Ukraina.

Di Ukraina, Joey sukses mengungguli 43 peserta Grand Prix 1st International Festival – Contest of Jazz Improvisation Skill yang datang dari 43 negara. Atas prestasinya itu, Joey diganjar hadiah tur keliling Eropa dan kontrak rekaman album.

Prestasi yang berhasil dia dapatkan juga tak tanggung-tanggung, dia berhasil meraih “Grand Prix 1st International Festival Contest of Jazz Improvisation Skill” yang diselenggarakan pada 5-8 Juni 2013 di Odessa, Ukraina. Pada festival musik Jazz itu, Joey adalah peserta termuda, dan dia berhasil mengalahkan 43 peserta dari berbagai dunia.

2. Tesla Manaf

Tesla Manaf

Totalitas. Itulah kunci keberhasilan gitaris Tesla Manaf menembus dapur rekaman di Amerika Serikat. Musikus jazz yang lahir dari ranah musik di Bandung ini total dalam bermusik, enggak peduli musiknya berbeda dengan musik kebanyakan.

Dia mampu membikin kolaborasi unik jazz-gamelan. Bagi telinga kebanyakan orang Indonesia, ramuan musiknya mungkin terdengar asing dan aneh. Apalagi bagi mereka yang terbiasa mendengarkan lagu cinta melulu, suka yang sendu-sendu.

Tesla dikontrak MoonJoon Records asal New York, Amerika Serikat, untuk produksi dua album. Pemuda 27 tahun itu bahkan dapat kepercayaan penuh untuk bermusik sebebas-bebasnya tanpa memikirkan marketing album. “Anda buat apa yang ingin Anda buat, karena kami tahu bagaimana menjualnya,” begitu kata MoonJoon Records.

3. Bayu Santoso

Bayu Santoso

Mungkin yang satu ini adalah prestasi dalam bidang seni design, namun karena hasil karyanya dimasukkan ke dalam sebuah karya musik maka nama Bayu Santoso pantas untuk ikut dimasukkan ke dalam daftar ini. Bayu Santoso adalah seorang mahasiswa asal Jogjakarta yang berhasil memenangkan lomba design cover album V milik Band Maroon 5. Kemenanganya ini bahkan diumumkan secara langsung melalui twitter official milik band asal California ini.

Bayu yang saat ini masih menekuni dunia kuliah memang sering mengikuti lomba desain. Sebelum memenangkan kontes kali ini, dia sudah pernah juga memenangkan kontes artwork yang diadakan oleh musisi legendaris Billie Joel. Nah, bisa dilihat ‘kan sekarang, apapun profesimu kamu tetap bisa berkarya, bahkan hingga diakui oleh dunia.

4. Angger Dimas

Angger Dimas

Angger Dimas lahir pada tanggal 1 Maret 1988. Ia adalah musisi elektronik, DJ (Disc Jockey), dan juga seorang produser dari Jakarta. Angger Dimas sudah menujukkan bakatnya sejak umur 7 tahun dengan bermain gitar. Dan dia pertama kali aktif di klub scene Jakarta pada tahun 2009. Dia sudah dinobatkan menjadi DJ nomer satu di Indonesia oleh thedjlist.com.

Ia mengawali karirnya dengan menandatangani kontrak dengan salah satu label rekaman di Australia, Australia Vicious Recordings di awal tahun 2009, dengan debut rilisnya “Duck Army” yang dimainkan oleh Tocadisco, Joachim Garraud, Laidback Luke, dan lainnya.

Semua karya – karya Angger Dimas sampai saat ini membuatnya menjadi DJ yang terkenal tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara – negara lain. Sekarang, Angger Dimas bukan lagi hanya sekedar anak Jakarta. Sekarang, Dimas sudah berubah menjadi sosok yang membanggakan keluarganya. Angger Dimas DJ muda Indonesia yang melanglang buana.

5. Michelle Wijaya

Michelle Wijaya

Jika sebelumnya kita dibuat terkesima dengan penampilan pianis jazz muda, Joey Alexander, di ajang bergengsi Grammy Awards 2016. Kini, Indonesia dapat kembali berbangga dengan kehadiran pianis muda wanita, Michelle Wijaya.

Michelle mulai menekuni dunia musik sejak usia 7 tahun. Bakat bermain pianonya juga mulai terasah dan terlihat, sejak dia bergabung di The Jaya Suprana School of Performing Art.

Karir Michelle sebagai pianis semakin dipertegas, dengan penampilannya di Opera House Sydney pada hari Jumat 22 April lalu. Pada penampilan Michelle yang tidak lepas dari peran Jaya Suprana ini, dia banyak memainkan karya-karya klasik GF Handell, Mozart, Beethoven dan Schubert. Penampilan gadis yang berusia 14 tahun ini mampu memukau para penonton yang hadir di sana, hingga mereka memberikan standing ovation untuknya.

Meski Michelle sudah mampu tampil di panggung internasional, tapi dirinya tidak ingin berhenti di sini saja. Dia berharap bahwa dalam jangka waktu 5 tahun ke depan, dia bisa kembali tampil di Sydney atau bahkan di Eropa. Tidak melupakan tanah airnya, dia juga ingin tampil di Indonesia dengan lagu-lagu yang lebih wonderful daripada sebelumnya.

6. Duo Schoko (Giovani Biga (biola) dan Theduardo Prasetyo (gitar))

Duo Schoko

Prestasi musisi Indonesia di dunia internasional kini semakin membanggakan. Dua musisi muda Indonesia, Giovani Biga (biola) dan Theduardo Prasetyo (gitar), berhasil menjadi salah satu dari empat finalis di International Chamber Music Competition of Arnuero, yang diadakan di Taman Nasional Ecoparque Trasmiera di Spanyol, pada 18-20 Maret lalu.

Duet musisi Indonesia yang bernama Duo Schoko ini dibentuk saat kedua remaja tersebut berada di sekolah yang sama, Hochschule fuer Musik di Detmold, Jerman. Giovani Biga kemudian meraih predikat Instrumentalis Terbaik di kompetisi paling terkemuka untuk kategori Musik Kamar di Spanyol ini, dan menjadi kompetisi internasional mereka yang pertama, setelah dibentuk sebagai kelompok duo.


Bagaimana fren? Sangat menginspirasi bukan?

Jika kita bisa mencontoh tokoh-tokoh anak muda diatas, tentunya semboyan “kecil bahagia (dengan belajar, kerja keras dan prestasi), muda foya-foya (dengan belajar, kerja keras dan prestasi), tua kaya raya (dengan hasil belajar, kerja keras dan prestasi), mati masuk surga (dengan membawa hasil belajar, kerja keras dan prestasi)” bisa digenggam kan? Tentunya untuk masuk surga, kewenangan penuh ada di Tuhan YME ya… hehe. Semangaaat!!

Mungkin masih banyak lagi anak Indonesia dengan prestasi yang luar biasa yang masih belum tercantum disini. Mungkin jika kamu tahu, kamu bisa bantu dengan isi kolom komentar dibawah yach… 🙂

Anak muda Indonesia, emang mantep!!

Sumber :

http://www.youtube.com

http://www.kompasiana.com

http://nyata.co.id

http://life.viva.co.id

http://www.nyunyu.com

 

RelatedPost

TInggalkan Komentar Mantepmu!